10/09/2016

7 Cerita Super Final Tunggal Putri Grand Slam



IDINDO.com - Pecinta tenis pasti sudah tahu kalau dalam kalender event ada 4 turnamen bertajuk Grand Slam tiap tahunnya. Tiap tahun itu pula pagelaran Grand Slam dibuka di negeri Kanguru (Australian Open) lanjut ke Eropa dengan French Open serta Wimbledon Open, dan ditutup di negara adidaya Amerika Serikat dengan tajuk US Open.

Perhelatan Grand Slam 2016 pun sudah dilakukan dan menyisakan partai final di US Open.

Permainan jemari saya kali ini akan menyajikan 7 cerita seputar final tunggal putri sepanjang Grand Slam 2016 ini. Sudah siap ?? Baiklah...

Pertama, karena ada empat turnamen grand slam tiap tahunnya, maka total ada delapan slot di final yang diperebutkan. Masing-masing dua di tiap turnamennya.

Untuk tahun ini, hanya ada empat pemain dari kemungkinan maksimal delapan pemain di sepanjang tahun ini yang bisa meraih tiket lolos ke final.

Kedua, empat atlet putri itu berasal dari empat negara berbeda yaitu Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, dan Republik Ceska yang berhasil mengirimkan wakilnya di Final US Open dinihari WIB nanti.

Ketiga, empat pemain tersebut adalah Serena Williams (USA) yang hadir di tiga final (Australian, French, dan Wimbledon Open), Angelique Kerber (Jerman) yang juga merebut 3 tiket final (Australian, Wimbledon dan US Open), Gabine Muguruza (Spanyol) yang hadir di final French Open, dan Karolina Pliskova (Rep. Ceko) yang lolos ke final US Open dini hari WIB nanti.

Keempat, setelah ADIDAS dan NIKE terwakili oleh brand ambassador-nya di final Grand Slam sektor tunggal putri sepanjang 2016, maka di US Open ini, FILA akhirnya muncul di final melalui Karolina Pliskova yang akan menghadapi wakil ADIDAS, Angelique Kerber.

Kelima, khusus untuk Serena Williams, pencapaiannya lolos ke 3 Final Grand Slam 2016 berarti menyamai pencapaiannya sepanjang Grand Slam 2015 lalu.

Serupa seperti tahun lalu, tahun 2016 ini Serena gagal di semifinal US Open. Tahun lalu dikandaskan Roberta Vinci (Italia), tahun ini giliran Karolina Pliskova yang merusak impiannya.

Keenam, masih seputar Serena Williams, jika pada tahun 2015, Serena sukses menang dan juara di tiga final yang dijalaninya, maka tahun ini hanya satu gelar saja yang bisa direngkuh yakni di Wimbledon Open.

Torehan manis di Wimbledon lalu menjadikannya meraih gelar Grand Slam ke 22 di sektor tunggal putri, menyamai prestasi petenis cantik Jerman, Steffi Graff.

Ketujuh, sepanjang tahun ini dari tiga kali gelaran final, dua di antaranya menyajikan duel Angelique Kerber vs Serena Williams. Kerber menang di Australian Open dan Serena membalasnya di Wimbledon Open. Satu gelar lagi diraih Gabine Muguruza di French Open.

Akankah kali ini di US Open, Karolina Pliskova merebut gelar tersisa untuk menjadikan semua gelar terbagi rata? Atau, mampukah Angelique Kerber menyempurnakan peringkat satu dunianya dengan gelar kedua Grand Slamnya tahun ini?

Sumber: JUARA



SHARE THIS

Author:

0 komentar: