NASIONAL

Previous
Next

13/06/2018

Pengamat Nilai Pasangan Lukman Edy - Hardianto Sulit Tergoyahkan

Pengamat Nilai Pasangan Lukman Edy - Hardianto Sulit Tergoyahkan

IDINDO.com - Pasangan Lukman Edy – Hardianto yang berjibaku di pilkada Riau semakin tak tergoyahkan di puncak.

 Hal ini dibuktikan dengan survey yang dilakukan Indonesia Development Monitoring (IDM). Setelah unggul pada survey pekan lalu, kini survey IDM elektabilitas pasangan Lukman Edy-Hardianto 26,6 persen, diposisi kedua ditempati Syamsuar-Edy Natar di posisi kedua dengan angka 21,4 persen. Sementara pasangan Firdaus-Rusli Effendi 14,2 persen, dan petahana Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno 11,4 persen. Dan yang tidak menjawab sebanyak 26,4 persen. 

Menurut pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie kemenangan Lukman Edy tak lepas dari isu yakni, mengatasi korupsi yang merajalela di Riau, peningkatan serta pertumbuhan ekonomi Riau, pengembangan SDM yang mumpuni. 

Memang kata Jerry, Lukman semakin kuat apalagi blusukan yang dilakukannya selama ini dengan membawa program unggulan dan ini diterima dengan baik oleh pemilih bawah.


“Saya yakin pemilih grass root and tradional voters bakal memberikan dukungan sepenuhnya pada Lukman – Hardianto. Belum lagi 30 persen voters (pemillih pemula) diperkirakan akan mendukungnya,” kata dia. 

Dengan hasil ini kata Jerry maka kemungkinan tidak akan berubah sampai pencoblosan nanti. “Saya nilai kekuatan mantan Wakil Ketua Komisi II DPR ini tetap stabil dan aman, paling 2-5 persen suara akan diraihnya,” tutur dia. 

Yang membuat suara Lukman naik adalah isu politik, marketing politik, politik persuasif serta pencitraan yang kuat, dukungan partai serta para relawan. Dua survei ini ujar Jerry, merupakan acuan kemenangan pasangan ini. “Untuk dapat disalib relatif kecil, tapi edy bakal menang namun tak terlalu jauh jaraknya,” tutur dia.  

24/04/2018

Denny Tewu Minta Restu Tokoh Agama Sebelum Maju

Denny Tewu Minta Restu Tokoh Agama Sebelum Maju


IDINDO.com - Ada sisi menarik dari bakal calon DPD-RI Denny Tewu sebelum maju sebagai wakil masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) dirinya tak lupa meminta doa restu kepada Pimpinan Umat dulu.
Selain dirinya memang kader GMIM yang berjuang di luar daerah, Denny juga punya komitmen untuk membangun networking masyarakat Sulut dimanapun berada.
“di Sulut ada 3 Gereja besar yang sangat terkait dengan masyarakat Sulut, yaitu GMIM, GPdI, KGPM ketiganya, memiliki akar kuat, kalau GPdI dan KGPM sudah lama berkiprah di luar Sulut, nah! kini GMIM telah membuka diri untuk berkembang di luar Sulut,” kata dia Manado, Senin (23/4/2018).
Sebagai jemaat kata dia, tentu perlu mensukseskan program tersebut, harapan mantan Ketum PDS ini, ke depan terjadinya sinergitas antar Gereja-gereja asal Sulut yang ujung-ujung nya punya kerinduan membangun daerah Nyiur Melambai lebih baik kedepan.
“Kalau Tuhan berkenan saya dipilih masyarakat Sulut untuk menjadi wakilnya melalui Anggota DPD RI, saya kira itu menjadi salah satu tugas saya membangun kebersamaan dan networking demi kemajuan daerah tercinta Sulawesi Utara luar Biasa,” tutur dia.

08/04/2018

Relawan DT for DPD-RI 2019 Siap Dideklarasikan

Relawan DT for DPD-RI 2019 Siap Dideklarasikan


IDINDO.com - Mantan Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (PDS) Denny Tewu telah menyatakan kesiapannya maju dalam bursa pemilihan DPD 2019 mendatang.
Terkait hal itu, maka akan dibentuk tim relawan guna mendukung Denny dalam pencalonan nanti.
Menurut dia, ini Relawan for DT 2019 ini akan dibentuk dan dideklarasikan dalam waktu dekat ini.

Majunya Denny merupakan hal yang baik buat Sulut. Apalagi dirinya sudah berpengalaman dan tak dapat diragukan lagi kemampuanya.

“Semoga tim relawan ini bisa bekerja dengan baik untuk pemenangan,” kata dia.

23/03/2018

Mayweather Berusaha dapat Lisensi MMA

Mayweather Berusaha dapat Lisensi MMA


IDINDO.com - Petinju asal Amerika Serikat, Floyd Mayweather, dikabarkan sedang berusaha mendapatkan lisensi MMA demi pertarungannya melawan juara UFC, Connor McGregor, di oktagon.

Mayweather dan McGregor pernah bertemu di ring tinju pada 26 Agustus 2017. Kala itu Mayweather menang TKO.

Mayweather mengonfirmasi pertandingan ulang melawan McGregor di oktagon via akun Instagram secara live. Pemilik rekor 50 laga tak terkalahkan ini pun mengaku sudah mengajukan permohonan untuk mendapatkan lisensi MMA.

Akhirnya kami akan mengajukan permohonan lisensi dan semoga kami bisa bertarung karena semua butuh waktu," kata Mayweather dikutip oleh BolaSport.com dari mmafighting.

Mayweather kemungkinan melawan McGregor di UFC dalam waktu relatif dekat.

Sebelum menghadapi Mayweather, McGregor akan bertemu dengan pemenang pertarungan antara Tony Ferguson (Amerika Serikat) lawan Khabib Nurmagomedov (Rusia) yang akan dilangsungkan pada 7 April mendatang.

Sumber : Kompas.com


Curiga Punya Hubungan Khusus dengan Sang Ayah, Ibu Tega Bunuh Putrinya

Curiga Punya Hubungan Khusus dengan Sang Ayah, Ibu Tega Bunuh Putrinya

     Iphotostock


IDINDO.com - Mumbai, India ditangkap oleh kepolisian setempat setelah membunuh putrinya.

Diwartakan Hindustan Times Jumat (23/3/2018), ibu itu membunuh putrinya yang masih berusia 16 tahun setelah curiga dia putrinya mempunyai hubungan khusus dengan sang ayah.

Dilip Kale, Inspektur Kepolisian Khargar menjelaskan, insiden tersebut terjadi pada 4 Maret lalu ketika keduanya berada di rumah.
Pelaku yang berusia 36 tahun tersebut mencekik anaknya menggunakan dupatta, atau kain panjang yang lazim dipakai perempuan di Asia Selatan.

Pelaku kemudian menghubungi suaminya, dan berkata kalau anak mereka kondisinya sedang tidak baik.

Ketika sang ayah kembali ke rumah, dia langsung menemukan bahwa anaknya sudah meninggal.

Awalnya, polisi menduga kalau remaja tersebut meninggal secara tidak sengaja. Meski, saat pemeriksaan, ditemukan terdapat tanda di lehernya.
"Namun, karena kurangnya bukti, kami memutuskan untuk mendaftarkan kasusnya dengan jenis kematian tidak sengaja sembari menunggu pemeriksaan post-mortem," ucap Kale.
Ketika hasil post-mortem keluar Rabu (21/3/2018), remaja tersebut dinyatakan mati karena dibunuh.
Polisi lalu menuju ke rumah pasangan tersebut yang baru saja dari Rajasthan untuk melaksanakan ritual pemakaman anak mereka.

"Saat kami menginterogasinya, perempuan itu kemudian mengaku kalau dia membunuh korban karena menduga dia berselingkuh dengan ayahnya," kata Kale.

Sementara seorang polisi yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, mereka menyakini ada motif lain yang melatarbelakangi tindakan ibu itu tega menghilangkan nyawa putrinya.

Adapun untuk suami pelaku, Kale menjelaskan kalau mereka belum melakukan penahanan. Mereka masih menyelidiki apakah dia pernah melakukan pelecehan seksual ke putrinya.

Sumber : Hindustan